Operator Kami:

08133 281 2009 - 0822 4557 8887

Markaz aqiqah surabaya hemat berkualitas dengan sensasi Sate ala steak Gule bebas aroma kambing. Dijamin, garansi masakan enam jam.
Pemesanan aqiqah lebih diprioritaskan bagi data yang kami terima sekurang-kurangnya TIGA HARI sebelum hari H
HARGA PAKET AQIQAH
AQIQAH HEMAT Rp. 1.350.000 Gule  90 porsi Sate 250 tusuk
AQIQAH SEDANG Rp. 1.550.000 Gule 105 porsi Sate 300 tusuk
AQIQAH BESAR Rp. 2.050.000 Gule 135 porsi Sate 400 tusuk
AQIQAH SPESIAL Rp. 2.400.000 Gule 180 porsi Sate 500 tusuk
Bonus: Kecap, Sambel, Bumbu Sate, Jeruk Nipis, Risalah dan Sertifikat
  • Harga yang tertera diatas sudah fix / all out
  • Garansi masakan hingga 6 jam setelah masakan tiba
  • Delivery Charge untuk 1 order dengan 2X Pengantaran
Untuk setiap satu ekor kambing aqiqah, hanya dapat diolah menjadi dua menu masakan saja.
Sate dan Gule
Sate dan Krengsengan
Krengsengan dan Gule
Gule semua atau Krengsengan semua
Jika yang dijadikan Krengsengan bagian Gule, ukuran PORSI tergantung penyajian. Namun apabila yang diolah Krensengan daging untuk Sate, setiap 1 Kg daging / 50 tusuk sate mewakili 20 hingga 25 iris Krengsengan.
Perhatikan Tabel Dibawah ini
TABEL konversi MENU
Sate 250 tusuk Krengsengan 100 iris
Sate 300 tusuk Krengsengan 120 iris
Sate 400 tusuk Krengsengan 160 iris
Sate 500 tusuk Krengsengan 200 iris
Catatan:
Mohon maaf, kami tidak meminjamkan tempat masakan, harap dipersiapkan ganti sebelum paket aqiqah anda tiba.
* Bebas ongkos kirim, khusus radius 15 km
Sementara untuk pesanan aqiqah di luar kota Surabaya seperti: Sidoarjo, Gresik, atau daerah yang melewati jalur padat kendaraan seperti:Perak, Manukan, Benowo serta Menganti dan sekitarnya, kami kenakan biaya kirim sesuai jauh dekatnya jarak tempuh.
Harga Nasi Kotaknya saja Rp. 12.000,
Sedangkan Harga paketan: Nasi Kotak beserta satu ekor kambing AQIQAH,
sesuai tabel dibawah ini
HARGA PAKET NASI KOTAK
PAKET HEMAT Untuk  85  boxs Rp. 2.400.000
PAKET SEDANG Untuk 100 boxs Rp. 2.750.000
PAKET BESAR Untuk 130 boxs Rp. 3.600.000
PAKET SPESIAL Untuk 160 boxs Rp. 4.300.000
aqiqah surabaya
Spesifikasinya sebagai berikut:
  • Box full color dengan ukuran 20cm X 20cm, tinggi 7cm.
  • Mika dalam terdiri atas lima kotak kolom, yang berisi;
  1. kolom pertama nasi putih
  2. kolom kedua mie goreng
  3. kolom ketiga sambel gule
  4. kolom keempat 3 tusuk sate
  5. kolom terakhir Telor rebus dan gule kemasan plastik
Sedangkan di atasnya kami sertakan juga:
 7. Krupuk Udang
 8. Sendok, tisu, tusuk gigi
 9. Buku Saku AQIQAH
Hal-hal Penting yang Terkait dengan paket Nasi Kotak:
  1. Sebaiknya jika tidak terpaksa kami sarankan anda untuk tidak memilih paket nasi kotak. Mengapa demikian..?
  2. Sebab, Nasi kotak akan lebih ekonomis apabila di tangani sendiri, sebagai gambaran saja: setiap 1kg beras mewakili 10 porsi/boxs
  3. Proses distribusi yang menempuh jarak tertentu serta banyaknya polisi tidur di mana-mana, bisa jadi komponen yang ada didalam box berubah posisi, atau bahkan berantakan
  4. Oleh karena penataan kotak secara bersusun saat mengantar,
    memungkinkan pula boxs sebagai tempat kemasan tergencet dan penyok.
Demikianlan konsekuensi apabila anda terpaksa memilih paket Aqiqah berupa Nasi Kotak. Dan ini berlaku umum, artinya di layanan manapun anda pesan, hal-hal yang kami sebutkan diatas bisa saja terjadi, tanpa ada garansi.

VIDEO paket NASI KOTAK
Dengan melengkapi formulir dibawah ini, Saya limpahkan prosesi Aqiqah kepada Markaz selaku pengemban amanah Saya:
DATA PEMESAN
Nama Pemesan:
Alamat Lengkap:
No.Tlp. / Hp. :
DATA YANG DI AQIQAHI
AQIQAH Atas Nama:
Jenis Kelamin
Laki - laki
Perempuan
Bin/Binti: [nama ayah]
JENIS PILIHAN ORDER
*AQIQAH
*NASI KOTAK
TUJUAN PENGANTARAN ORDER
Pesanan di kirim ke ALAMAT:
Hari:
Tanggal:
Bulan:
Tahun:
Jam:
Keterangan Tambahan:
Mohon DIPERHATIKAN Cara Kirim Data
formulir aqiqah

website form
Cara MEMILIH layanan aqiqah
  1. Jangan membeli kucing dalam karung, artinya Jangan mudah terperdaya dengan bahasa promosi yang cenderung berlebihan demi menjaring sebanyak-banyaknya pembeli, pastikan dulu kualitas layanan tersebut, dengan cara menggali informasi melalui tetangga kiri kanan, teman, atau rekan kerja yang pernah menggunakannya, ataupun bisa minta rekomendasi dari orang-orang terpercaya anda.
  2. Jika memungkinkan ada baiknya anda rasakan tester masakannya terlebih dahulu. Masakan yang enak itu gulenya kental dan satenya empuk/gamoh menggugah selera makan.
  3. Ukuran standart 1 Kg daging pilihan bisa dibuat 50 tusuk sate dan 1 Kg balungan (jeroan, kepala, kaki) dapat diolah menjasi 15 porsi gule. Agar satenya tidak terlalu kecil dan gulenya tidak banyak di kuahnya saja.
  4. Jam masak sesuai dengan jadwal kirim. Yang terbaik adalah 4 jam sebelum di berangkatkan, bahan baku sudah mulai diproses. Supaya sesampainya di tempat Anda masakan masih dalam keadaan fresh.
  5. Pesanan Anda diolah terpisah, tidak dimasak secara kolektif / bersama dengan pesanan lain. Agar bumbu-bumbunya lebih terasa dan meresap
  6. Harga yang tercantum sudah fix / all out. Tidak ada biaya tambahan seperti: ongkos masak, ongkos potong, ongkos risalah, dan lain-lain. Dengan tujuan Anda dapat terhindar dari biaya tak terduga.
  7. Pembayaran bisa dilakukan setelah pesanan datang. Sehingga Anda memiliki rasa aman dan yaman dalam bertransaksi.
  8. Memiliki layanan purna jual yang memadai. Seperti terima komplain 24 jam, dan yang terpenting adalah: ada Garansi jika ternyata masakan yang dijanjikan tidak sesuai
Dan tentunya masih banyak ciri-ciri lainnya. Kejelihan anda dalam menentukan pilihan adalan kunci kepuasan. Selamat mencoba..
Bersumber dari pemikiran serta besarnya keinginan untuk mengembangkan usaha yang berkualitas nan profesional, kami dibawah bimbingan Lembaga Pendidikan Dan Pusat Kajian Anak ‘Dewi Sartika’, pada tanggal 28 Januari 2009 sepakat untuk mendirikan layanan masakan siap saji.

Sengaja kami ambil peluang usaha dibidang masakan siap saji, karena banyak sumber daya yang mendukung kelangsungan bisnis tersebut. Seperti personel jago masak, ahli desain grafis, komputer, marketing, dan percetakan.

Komitmen kami adalah menampilkan layanan yang terjangkau namun tidak meninggalkan ciri khas "Pengusaha Profesional" yakni: Hemat, Berkualitas dan Tepat Waktu. Untuk itu akhirnya kami jatuhkan pada pilihan yang lebih spesifik berupa Aqiqah masakan siap saji, bernama: MARKAZ AQIQAH Surabaya.

Dukungan beserta do’a dari semua pihak senantiasa kami harapkan, mudah-mudahan cita-cita sederhana tersebut dapat segera terwujud, sehingga pada ujungnya nanti mampu menghantarkan kepada perubahan dan manfaat yang lebih baik.

Tentang Markaz Aqiqah Surabaya

Markaz Aqiqah Surabaya, didirikan sebagai bentuk jawaban atas banyaknya customer yang kurang puas. Ada yang bilang gulenya kecut, satenya alot, masakan masih bau kambing, serta pengantaran yang tidak tepat waktu. Kenyataan itu terjadi karena, belum banyak jasa layanan aqiqah yang peduli akan kepentingan customernya, untuk kemudian mengaitkan dengan keuntungan hasil usaha.

Markaz Aqiqah Surabaya bertekad menghadirkan Layanan berkualitas yang terbaik di kelasnya, mampu melihat kepentingan pelanggan sebagai mata rantai, bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan dan kelangsungan suatu usaha, senantiasa berupaya semaksimal mungkin dalam mendedikasikan jasa bagi kepuasan anda. Mulai dari memilih hewan aqiqah, proses pengolahan bahan mentah, hingga distribusi masakan, semuanya telah melalui Departemen quality control Layak Saji.

Sebelum anda memilih menunaikan ibadah aqiqah melalui jasa layanan, apapun namanya dan dimanapun tempatnya, ada baiknya terlebih dahulu anda perhatikan ciri-ciri layanan aqiqah yang baik.
Silahkan baca    Tips AQIQAH
Namun jika anda memutuskan untuk melaksanakan aqiqah melalui jasa kami, silahkan pesan melalui FORMULIR ORDER. Setelah data masuk selanjutnya pesanan aqiqah anda segera kami proses, diantar tepat waktu ke alamat, hari, tanggal dan jam tiba sesuai permintaan. Kami berikan garansi masakan 6 jam, terhitung mulai pesanan aqiqah anda sampai di tempat tujuan.
Latar Belakang Visi & Misi
Tentunya ada banyak faktor yang menjadi latar belakang berdirinya Markaz Aqiqah Surabaya diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mewujudkan layanan aqiqah yang berkualitas dan profesional.
  2. Masih terbuka lebar peluang mengembangkan usaha di bidang layanan ini.
  3. Keinginan kuat kami dalam mencari sumber penghasilan mandiri, halalan Thoyiban
Ketiga faktor itulah yang mendorong berdirinya Markaz Aqiqah Surabaya. Agar bisnis dibidang jasa ini dapat berkembang dengan pesat, maka diperlukan penjiwaan visi-misi yang kuat, jelas dan terarah.
VISI  : Menjadi penyedia jasa layanan aqiqah yang terbaik.
MISI :
  • Mengembangkan SDM Markaz Aqiqah melalui berbagai macam pelatihan, kursus, dan seminar.
  • Meningkatkan standar kualitas layanan yang berkesinambungan, dari pengadaan bahan baku hingga sampai kepada pembeli / pelanggan.
  • Meningkatkan hubungan silaturrahmi dengan pelanggan, untuk saling belajar dan berbenah menuju kebaikan.
Artikel Blog

Dampak Buruk dan Bahaya Imunisasi

Tidak ada orang tua yang berpikir untuk memberi makan anaknya dengan formaldehid (pengawet mayat), raksa atau alumunium fospat.
Akan tetapi dengan suntikan imunisasi bahan-bahan ini masuk langsung ke dalam aliran darah mereka.
“Satu-satunya vaksin yang aman adalah tidak menggunakannya sama sekali.”
(dr. James A. Shannon, Institut Kesehatan Nasional, AS)
aqiqah surabaya Artikel ini sebenarnya lebih bersifat pribadi yang melatar belakangi kerisauan penulis dengan kembalinya program imunisasi pemerintah, yang lagi digalakan melalui sekolah dasar baru-baru ini.

Minimnya informasi mengenai Imunisasi, terutama akibat buruk dari program tersebut yang terkesan di tutup-tutupi, atau lebih tepatnya tidak pernah di jelaskan secara gamblang dan terbuka, menyebabkan keprihatinan tersendiri, mengingat ke-5 anak penulis sendiri tidak pernah di Imunisasi dengan alasan:
"Dibanding maanfaatnya, Vaksin Imunisasi lebih banyak Mudhorotnya"
Hal tersebut tentu berdasarkan atas data-data empirik tentang BAHAYA Imunisasi,
antara lain:
A. Bantahan Dokter dan Ilmuan Mengenai Imunisasi
  • “Terdapat banyak bukti yang menunjukan imunisasi terhadap anak lebih banyak merugikan dari pada manfaatnya.” (dr. J Anthony Morris, mantan Ketua Pengawas Vaksin)
  • “Ancaman terbesar serangan penyakit anak-anak datang dari usia pencegahan yang tidak efektif dan berbahaya melalui imunisasi besar-besaran.” (dr. R. Mendelsohn, Penulis (How to Raise A Healthy Child In Spite Of Your Doctor dan Profesor Pediatrik).
  • “Semua vaksinasi berfungsi mengubah tiga situasi darah kepada ciri-ciri kanker dan leukemia…Vaksin DO dapat menyebabkan kanker dan leukemia.” (Profesor L.C. Vincent, penggagas Bioelektronika).
  • “Data resmi menunjukan vaksinasi berskala besar di AS gagal memberikan kemajuan yang signifikan dalam pencegahan penyakit yang seharusnya dapat ia lindungi.” (dr. A. Sabin, pengembang vaksin Polio Oral, dalam kuliahnya di hadapan dokter-dokter Italia di Piacenza, Italia, 7 Desember 1985).
  • “Selain telah nyata banyak kasus kematian akibat program ini, terdapat juga bahaya jangka panjang yang hampir mustahil di ukur dengan pasti…Terdapat sejumlah bahaya dalam seluruh prosedur vaksin yang seharusnya mencegah penggunaan yang terlalu banyak atau tidak wajar.” (Sir Graham Wilson dalam The Hazards of Immunization).
  • “Dengan mengesampingkan fakta bahwa vaksin berpeluang besar tercemari virus binatang yang dapat menyebabkan penyakit serius pada masa depan. Kita harus mempertimbangkan apakah ada vaksin yang benar-benar berfungsi sebagaimana tujuan asalnya.” (dr. W.C. Douglas dalam Cutting Edge, Mei 1990).
  • “Satu-satunya vaksin yang aman adalah tidak menggunakannya sama sekali.” (dr. James A. Shannon, Institut Kesehatan Nasional, AS)
  • “Vaksinasi adalah produk kesalahan dan kebodohan yang tidak dirancang dengan baik. Ia seharusnya tidak mendapatkan tempat dari sisi kebersihan maupun kedokteran. Vaksinasi tidak ilmiah, keyakinan konyol yang membawa maut dan mengakibatkan kesengsaraan yang berkepanjangan.” (Profesor Chas Rauta, Universitas Perugia, Italia didalam New York Medical Journal, Juli 1899).
  • “Imunisasi terhadap cacar lebih berbahaya dari pada penyakit itu sendiri.” (Profesor Ari Zuckerman, WHO).
  • “Tidak ada satupun vaksin yang telah dibuktikan keamanannya sebelum diberikan kepada anak-anak.” (Pakar bedah umum, Leonard Scheele di Konfrensi AMA, AS 1955).
12 Hal Yang seharusnya Anda Perhatikan
  1. Dokter tidak mampu menjamin keamanan dan efektifitas vaksin.
  2. Keamanan vaksin belum diuji dengan benar.
  3. Vaksinasi didasarkan pada prinsip yang tidak kokoh, sehingga dapat dipertanyakan.
  4. Vaksin mungkin tercemar.
  5. Efek samping jangka panjang yang serius.
  6. Menimbulkan penyakit yang seharusnya dapat disembuhkan.
  7. Tidak dapat melindungi dari penyakit menular.
  8. Vaksin berhubungan dengan wabah penyakit.
  9. Vaksin tidak dapat dipercayai – vaksin tidak resisten terhadap penyakit tetapi resisten terhadap kesehatan.
  10. Dokter dan profesional kesehatan jarang melaporkan efek buruk vaksin.
  11. Dokter menolak vaksinasi.
  12. Vaksinasi lebih mengutamakan keuntungan daripada mengobati.

B. Vaksin Imunisasi penyebab AUTIS
Misalkan didalam buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo (halaman 54 - 55) menyebutkan:
suntikan vaksin Hepatitis B, dan vaksin HiB positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal ini telah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001.

Tujuan Vaksinasi adalah meniru proses penularan penyakit alami dengan kaidah tiruan. Vaksin itu sendiri adalah suntikan yang mengandung berbagai jenis racun yang dimasukan kedalam tubuh.
Jika anda menyangka vaksin dapat membasmi kuman atau bebas dari kuman, dugaan anda SALAH BESAR...

Setelah Vaksin diinjeksikan kedalam tubuh sikecil, ramuan vaksin tersebut memasuki aliran darah anak. Tubuhnya akan segera bertindak untuk menyingkirkan racun tersebut melalui organ ekresi atau melalui reaksi imun seperti demam, bengkak atau ruam pada kulit.

Apabila tubuh anak kuat untuk meningkatkan reaksi imun, tubuh anak mungkin akan berhasil menyingkirkan vaksin tersebut dan mencegahnya terjangkit kembali dimasa yang akan datang. Akan tetapi jika tubuh anak tidak kuat untuk meningkatkan reaksi imun, vaksin beracun akan bertahan dalam tisu tubuh. Timbunan racun ini dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes pada anak-anak, asma, penyakit neurologi, leukimia, bahkan kematian mendadak.

Ratusan laporan mencatat efek samping jangka panjang yang buruk terkait vaksin seperti penyakit radang usus, autisme, esenfalitis kronis, skelerosis multipel, artritis reumatoid dan kangker. Sebagian vaksin juga diketahui menyebabkan efek samping jangka pendek yang serius.

Pada tanggal 12 Juli 2002, Reuters News Service melaporkan hampir 1000 pelajar sekolah dilarikan ke rumah sakit setelah disuntik vaksin Ensefalitis di timur laut negeri Cina. Para pelajar itu mengalami demam, lemas, muntah dan dalam beberapa kasus terkena serangan jantung setelah divaksinasi.

Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.

Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi.
Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan Allah Swt. Nah, adakah anda, atau orang tua yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya?

C. Vaksin Imunisasi Penuh Dengan Kimia Beracun
Dapat dikatakan semua jenis vaksin mengandung racun. Dalam banyak keadaan bahan tambahan vaksin (penguat, penetral, pengawet dan agen pembawa) jauh lebih beracun daripada komponen virus atau bakteri dalam vaksin tersebut.

Misalnya agen penyebab kanker yaitu formaldehid dan thimerosal dapat merusak otak.
Tidak ada orang tua yang berpikir untuk memberi makan anaknya dengan formaldehid (pengawet mayat), raksa atau alumunium fospat. Akan tetapi dengan suntikan vaksin bahan-bahan ini masuk langsung ke dalam aliran darah mereka.

Berikut adalah informasi mengenai resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh sebagian bahan beracun utama dalam vaksin, yang disusun dari berbagai sumber termasuk dari Persatuan Pemerhati Vaksin Australia:
  • Alumunium: dapat meracuni darah, syaraf,pernapasan, mengganggu sistem imun dan syaraf seumur hidup. Dinyatakan sebagai penyebab kerusakan otak, hilang ingatan sementara, kejang dan koma. (Catatan: dalam jumlah sedikit tidak beracun dan mungkin bermanfaat bagi tubuh. Namun kadarnya dalam vaksin amat tinggi, sekitar 0,5%)
  • Ammonium Sulfat: diduga dapat meracuni sistem pencernaan, hati, syaraf dan sistem pernapasan.
  • Ampotericin B: Sejenis obat yang digunakan untuk mencegah penyakit jamur. Efek samping nya adalah menyebabkan pembekuan darah, bentuk sel darah merah menjadi tidak sempurna, masalah ginjal, kelesuan dan demam dan alergi pada kulit.
  • Beta-Propiolactone: diketahui menyebabkan kanker, meracuni sistem pencernaan, hati, sistem pernafasan, kulit dan organ genital.
  • Kasein: perekat yang kuat, sering digunakan untuk melekatkan label pada botol. Walaupun dihasilkan dari susu, didalam tubuh kasein dinggap protein asing yang beracun.
  • Formaldehid: penyebab kanker. Zat ini lebih berbahaya dibanding sebagian bahan kimia lain.
  • Formalin: Salah satu turunan dari formaldehid. Formalin adalah campuran 37%-40% formaldehid, air dan biasanya 10% metanol. Formalin menempati peringkat ke 5 dari 12 bahan kimia yang paling berbahaya.(Enviromental Defense Fund, AS)
  • Monosodium Glutamat (MSG): bagi orang yang alergi pada MSG mungkin akan mengalami perasaan seperti terbakar dibelakang leher, lengan dan punggung atau mengalami sakit dada, sakit kepala, lesu, denyut jantung cepat dan kesulitan bernafas. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, suntikan glutamate dalam hewan percobaan menyebabkan kerusakan sel syaraf otak.
  • Neomycin: antibiotik ini mengganggu penyerapan vitamin B6. Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan epilepsi dan cacat mental.
  • Fenol: digunakan dalam pembuatan disinfektan, pewarna, industri farmasi, pelastik dan bahan pengawet. Fenol dapat menyebabkan keracunan sistemik, kelemahan, berkeringat, sakit kepala, muntah-muntah, gangguan mental, syok, hipersensitif, kerusakan ginjal, kejang, gagal jantung atau ginjal dan kematian.
  • Fenoksi Etanol (anti beku): menimbulkan bau badan tidak sedap, kerusakan pencernaan, kebutaan, koma dan kematian.
  • Polysorbate 20 dan Polysorbate 80: bahan yang meracuni kulit atau organ genital.
  • Sorbitol: menyebabkan kerusakan system usus.
  • Thimerosal: merupakan unsure ke 2 yang paling beracun kepada manusia setelah uranium. Dapat merusak otak dan sistem syaraf juga dapat mengantarkan pada penyakit autoimun.
D. Kerusakan Tubuh Akibat Imunisasi
  1. Menurut analisa bebas dari data yang dikeluarkan Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) di AS, pada tahun 1996 terdapat 872 peristiwa buruk yang dilaporkan kepada VAERS, melibatkan anak-anak dibawah 14 tahun yang disuntik vaksin Hepatitis B. Anak-anak tersebut dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit karena mengalami masalah kesehatan yang mengancam nyawa. Sebanyak 48 anak dilaporkan meninggal setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut.
  2. Informasi kesehatan juga dipenuhi contoh yang mengaitkan vaksin dengan timbulnya penyakit. Vaksin telah dikaitkan dengan kerusakan otak, IQ rendah, gangguan konsentrasi, kemampuan belajar kurang, autisme, neurologi.
  3. Vaksin gondok dan campak yang diberikan pada anak-anak misalnya telah menyebabkan kerusakan otak, kanker, diabetes, leukimia, hingga kematian (sindrom kematian bayi mendadak).
  4. Kajian tahun 1992 yang diterbitkan dalam The American Journal of Epidemiology menunjukan tingkat kematian anak-anak meningkat hingga 8 kali pada jangka waktu 3 hari setelah mendapat suntikan vaksin DPT.
  5. Kajian awal oleh CDC AS mendapati anak yang menerima vaksin Hib berisiko 5 kali lebih mudah mengidap penyakit tersebut dibandingkan anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin tersebut.
  6. Pada tahun 1977, Dr Jonas Salk (Penemu vaksin Polio salk) mengeluarkan pernyataan bersama ilmuan lain bahwa 87% dari kasus Polio yang terjadi sejak tahun 1970 adalah akibat dari vaksin Polio.
  7. Di AS sebelum tahun 1980 terdapat 1 dari 10.000 anak menderita autisme. Pada tahun 2002 Institut Kesehatan Negeri AS mencatat peningkatan angka tersebut menjadi 250 dari 10.000. Kini persatuan orang tua penderita autisme Amerika memperkirakan peningkatan kasus autisme ± 10% per tahun. Vaksin yang mengandung raksa diyakini sebagai penyebabnya.
  8. Menurut Boyd Haley, pengurus program kimia Universitas Kentucky dan pakar logam beracun ”Thimerosal mampu meresap diprotein otak, ia sangat beracun bagi syaraf dan enzim” Haley pun terlibat dalam penelitian pada bulan Agustus tahun 2003, mendapati banyaknya kandungan raksa pada penderita autisme, yang dapat dianalisa melalui kadar raksa pada rambut mereka yang berarti etil raksa dari thimerosal telah meresap kedalam otak dan organ tubuh lainnya sangat bepotensi menyebabkan kerusakan sistem syaraf dan mengganggu fungsi ginjal.
  9. Menurut San Jose Mercury News (6 Juli 2002), seorang dari sepuluh anak-anak dan remaja AS mengalami kelemahan fisik dan mental, menurut pengamatan tahun 2000 terdapat pertambahan mendadak angka kecacatan pada penduduk usia muda. Sedangkan pada tahun sebelumnya data menunjukan peningkatan kecacatan pada anak-anak.
  10. Sampai usia 2 tahun, anak-anak Amerika dilaporkan telah menerima 237 mikrogram raksa melalui vaksin. Kadar ini melebihi ambang batas yang ditetapkan Organisasi Perlindungan Alam AS yaitu 1/10 mikrogram per hari.
  11. Sebuah penemuan di Amerika menunjukan bahwa vaksin Hepatitis B mengandung 12 mcg raksa (30 kali lipat dari ambang batas), DtaP dan Hib mengandung 50 mcg raksa (60 kali lipat dari ambang batas) dan Polio mengandung 62,5 mcg raksa (78 kali lipat dari ambang batas).
  12. Di AS hari ini kasus asma, diabetes dan penyakit auto imun pada usia anak telah meningkat 20 kali lipat dari tahun sebelumnya. Gangguan konsentrasi telah meningkat 3 kali lipat.
  13. Setiap tahun 25.000 bayi Amerika mengalami kematian mendadak. Vaksinasi adalah penyebab terbesar kematian mendadak. Jepang telah meningkatkan usia penerima vaksin sehingga 2 tahun kemudian angka kematian mendadak turun drastis di negara itu (Cherry, et al, 1988)
  14. Swedia menghentikan vaksinasi batuk rejan pada tahun 1979 karena ternyata wabah penyakit ini terjadi pada anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi. Setelah itu penyakit ini menjadi penyakit ringan tanpa kasus kematian. Hal ini secara nyata menunjukan bahwa vaksin sebenarnya menyebarkan penyakit.
  15. Pada tahun 1975, Jerman menghentikan kewajiban vaksin Pertussis, dan jumlah anak yang mengalami penyakit itu turun drastis. Pada tahun 2000 jumlahnya turun sampai 10%.
Bukti diatas menjadikan vaksinasi layak dipertanyakan. Fakta-fakta menjelaskan bahwa imunisasi tidak meningkatkan kesehatan anak-anak. Tetapi anehnya vaksin terus-menerus dibuat dan imunisasi diwajibkan kepada masyarakat.
 
E. Halallkah Vaksin Imunisasi ?
PT Biofarma, sebagai produsen terbesar vaksin untuk nasional dan internasional dan juga merupakan perusahaan yang berskala internasional sudah pasti pembuatan vaksinnya sesuai standard WHO.

Jika WHO secara terang benderang menyatakan akan mengurangi penggunaan babi dalam pembuatan vaksin, maka selama ini WHO masih menggunakan babi dalam pembuatan vaksin. Tentu, begitu pula dengan PT Biofarma.

Profesor Jurnalis Uddin, seorang anggota MPKS (Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syarak), dalam sebuah acara dengan PT Biofarma dan Aventis untuk memberikan penjelasan tentang proses pembuatan vaksin polio mengungkapkan adanya tripsin babi dalam pembuatan vaksin polio, begitu juga dengan vaksin Meningitis yang diproduksi oleh Glaxo Smith Kline untuk para jama’ah haji. Selain tripsin babi, produksi vaksin juga kerap menggunakan media biakan virus (sel kultur) yang berasal dari jaringan ginjal kera (sel vero), sel dari ginjal anjing, dan dari retina mata manusia.

Dori Ugiyadi, Kepala Divisi Produksi Vaksin Virus Biofarma membenarkan bahwa ketiga sel kultur tersebut dipakai untuk pengembangan vaksin influenza. “Di Biofarma, kita menggunakan sel ginjal monyet untuk produksi vaksin polio. Kemudian sel embrio ayam untuk produksi vaksin campak,” ujarnya

Direktur LP POM MUI, Nadzatuzzaman, dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan bahwa kebanyakan vaksin yang ada saat ini dibuat melalui porcine (enzim protease dari babi) yang ada pada babi.

“Yang mengembangkan adalah negara barat yang tidak mempermasalahkkan halal-haram, sebenarnya enzim tersebut juga ada pada sapi. Tapi ilmuan tetap memakai babi, karena 96 % DNA babi mirip dengan DNA manusia,” ujarnya.

Tim dari Sharia4Indonesia-Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan-akhirnya meminta konfirmasi kepada Prof.Dr.Tuntedja, dari LP POM MUI, tentang sertifikat halal dari semua vaksin yang telah diproduksi oleh PT Biofarma. Ternyata, beliau memberikan jawaban bahwa PT Biofarma belum mendapatkan itu bahkan belum mendaftarkan diri untuk diaudit.

Hal lain juga disampaikan oleh Dra.Hj.Welya Safitri, M.Si., Wakil Sekjen MUI. Beliau mengatakan bahwa MUI tidak pernah menghalalkan vaksin yang diproduksi oleh PT Biofarma.

Lalu, mengapa sampai keluar pernyataan dari Ketua MUI, KH Maruf Amin, bahwa vaksin imunisasi itu baik dan halal? Bukankah ini sebuah kebohongan publik ?

Dengan demikian, bisa jadi pernyataan tersebut memang merupakan fatwa "khusus" untuk PT Biofarma sebagai produsen vaksin terbesar di negeri ini, yang mengindikasikan kuatnya aroma konspirasi medis untuk menghalalkan vaksin imunisasi yang sebenarnya sangat berbahaya dan dapat menghancurkan umat manusia tersebut.

Padahal meskipun KH Maruf Amin adalah Ketua MUI, akan tetapi beliau tidak berhak dan tidak berkompeten untuk menyatakan sebuah produk ini halal atau itu haram, sebelum produk tersebut diaudit oleh lembaga yang bertanggung jawab untuk memberikan Sertifikat Halal, yaitu LP POM MUI. Selain itu pula, harus ada ilmu khusus untuk menyatakan sebuah produk itu halal atau haram, terutama mengetahui bahan-bahan pembuatan vaksin, seperti ilmu mikrobiologi, biokimia, uji DNA, dan ilmu-ilmu pendukung lainnya yang selama ini telah dikuasai oleh auditor LP POM MUI.

Dengan demikian pantas kiranya jika pernyataan KH Maruf Amin bahwa vaksin imunisasi itu halal dan baik tidak sah, dan perlu disikapi !
Segala bentuk Saran, Kritik serta Bantahan silahkan Anda tuangkan di dalam kolom komentar yang tersedia di bawah ini. Terimakasih.

ANOTHER ARTICLE