Markaz Aqiqah Surabaya

Markaz aqiqah surabaya hemat berkualitas dengan sensasi Sate ala steak Gule bebas aroma kambing. Dijamin, garansi masakan enam jam.
HARGA PAKET AQIQAH
AQIQAH HEMAT Rp. 1.350.000 Gule  85 porsi Sate 250 tusuk
AQIQAH SEDANG Rp. 1.550.000 Gule 100 porsi Sate 300 tusuk
AQIQAH BESAR Rp. 2.100.000 Gule 130 porsi Sate 400 tusuk
AQIQAH SPESIAL Rp. 2.600.000 Gule 160 porsi Sate 500 tusuk
Bonus: Kecap, Sambel, Bumbu Sate, Jeruk Nipis, Risalah dan Sertifikat
Pemesanan aqiqah lebih diprioritaskan bagi data yang kami terima sekurang-kurangnya TIGA HARI sebelum hari H
  • Harga yang tertera diatas sudah fix / all out
  • Garansi masakan hingga 6 jam setelah masakan tiba
  • Delivery Charge untuk 1 order dengan 2X Pengantaran
Untuk setiap satu ekor kambing aqiqah, hanya dapat diolah menjadi dua menu masakan saja.
Sate dan Gule
Sate dan Krengsengan
Krengsengan dan Gule
Gule semua atau Krengsengan semua.
Jika yang dijadikan Krengsengan bagian Gule, ukuran PORSI tergantung penyajian. Namun apabila yang diolah Krensengan daging untuk Sate, setiap 1 Kg daging / 50 tusuk sate mewakili 20 hingga 25 iris Krengsengan.
Perhatikan Tabel Dibawah ini
TABEL konversi MENU
Sate 250 tusuk Krengsengan 100 iris
Sate 300 tusuk Krengsengan 120 iris
Sate 400 tusuk Krengsengan 160 iris
Sate 500 tusuk Krengsengan 200 iris

Catatan:
Mohon maaf, kami tidak meminjamkan tempat masakan, harap dipersiapkan ganti sebelum paket aqiqah anda tiba.
* Bebas ongkos kirim, khusus radius 10 km
Sementara untuk pesanan aqiqah di luar kota Surabaya seperti: Sidoarjo, Gresik, atau daerah yang melewati jalur padat kendaraan seperti: Perak, Manukan, Benowo serta Menganti dan sekitarnya, kami kenakan biaya kirim sesuai jauh dekatnya jarak tempuh.

Paket NASI KOTAK
CLOSE

Harga Nasi Kotaknya saja Rp. 12.000,
Sedangkan Harga paketan: Nasi Kotak beserta satu ekor kambing AQIQAH,
sesuai tabel dibawah ini
HARGA PAKET NASI KOTAK
PAKET HEMAT Untuk  85  boxs Rp. 2.400.000
PAKET SEDANG Untuk 100 boxs Rp. 2.750.000
PAKET BESAR Untuk 130 boxs Rp. 3.650.000
PAKET SPESIAL Untuk 160 boxs Rp. 4.500.000

Spesifikasinya sebagai berikut:
  • Box full color dengan ukuran 20cm X 20cm, tinggi 7cm.
  • Mika dalam terdiri atas lima kotak kolom, yang berisi;
  1. kolom pertama nasi putih
  2. kolom kedua mie goreng
  3. kolom ketiga sambel gule
  4. kolom keempat 3 tusuk sate
  5. kolom terakhir Telor rebus dan gule kemasan plastik
Sedangkan di atasnya kami sertakan juga:
 7. Krupuk Udang
 8. Sendok, tisu, tusuk gigi
 9. Buku Saku AQIQAH
VIDEO NASI KOTAK

Aqiqah Surabaya Menyambut Tahun Baru

Layanan aqiqah surabaya. Sikap Aqiqah Surabaya dalam menyambut tahun baru. aqiqah surabaya Beberapa hari yang lalu umat Islam di seluruh penjuru dunia telah memasuki episode baru dalam mengarungi babak kehidupan. Dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Dzulhijjah berarti tahun baru Islam telah tiba dan jatah hidup semesta termasuk manusia didalamnya semakin berkurang, setidaknya hal inilah yang seharusnya menjadi renungan bagi kita umat Islam semua.

Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu, kematian pun kian dekat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.”[HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi]
Hasan Al Bashri mengatakan:
 “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.” [Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi]
Satu hal yang harus diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini.
Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat:
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, tafsir surat Al Ahqof: 11, 7/278-279, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.]
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir).
Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” [HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269]
Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin khotob, kembali pulang dari madrasyah sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat dibaju yang sudah usang dan jelek. Dengan rasa iba umar sang Amirul mukminin sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada umar, yang isinya demikian :
"wahai Amirul mukminin, adakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan?, Bagaimanakah jika engkau mati?, sedang engkau menanggung hutang?"

Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga umar tersungkur menangis, seeraya beliau menasehati anaknya dan berkata :
"Wahai anaku, berangkatlah kemadrasyah dengan baju usangmu itu, sebagaimana biasanya, karena aku tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu hari saja. Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata."

Oleh karna keterbatasan tersebut, dan karna rahasia Allah SWT semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya

Dalam agama kita, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.
Firman Allah Ta’ala berikut.
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Tanggapan Anda:
Info Aqiqah Back to HOME