Ringkasan Aqiqah Layanan murah MUGTASHOR AQIQOH
Penjelasan aqiqoh sesuai dalil
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bersumber dari Sulaiman Ibn Amer, Rosulullah SAW. bersabda :
"Setiap bayi ada aqiqohnya, sembelihkan aqiqoh dan hilangkan kotoran dari tubuhnya."
(Fathur-Robbany 13:122)
"Setiap bayi yang baru lahir tergadai dengan aqiqohnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya, dan dia diberi nama."
(HR.Ahmad, Subulus-Salam 4:132)

Yang dimaksud tergadai disini, belum menjadi hak milik penuh, dalam hal do'a dan syafa'at anak kepada kedua orang tuanya. Jadi ketika anak yang belum pernah di-aqiqohi berdo'a, kemudian memohonkan ampun kepada Alloh SWT untuk mereka, belumlah 100% do'a dan permohonan ampun tersebut menjadi bagian orang tuanya. Oleh karena itu, dalam agama kita aqiqoh benar-benar ditekankan (muakkadah) bagi siapa saja yang mampu melaksanakan.

KADAR AQIQOH
Jumlah hewan aqiqoh adalah : dua ekor untuk anak laki-laki, dan satu ekor untuk perempuan. Ummul mu'minin 'Aisyah ra. berkata :
"Rosulullah SAW menyuruh para sahabat menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki, dan se-ekor untuk anak perempuan."
(HR. Turmudzi, Subulus-Salam 4:131)

Hewan untuk aqiqoh haruslah sehat, tidak cacat, dan cukup umur (antara 1-2 tahun). Tidak ada persyaratan lain dalam hal hewan sembelihan aqiqoh kecuali tiga hal tersebut. Tidak masalah hewan aqiqoh itu jantan maupun betina. Demikianlah pendapat Imam Nawawi berdasarkan hadist Ummu Kurz Al Ka'biah, bahwa kanjeng nabi bersabda :
"Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing, untuk bayi perempuan se-ekor kambing, tidak memberatkan kalian apakah kambing itu jantan atau betina."
(Al-Majmu' 8:393)
Sebaiknya aqiqoh dilaksanakan pada hari ketujuh atau kelipatannya. Namun jika belum mampu boleh dilakukan dilain hari saat memungkinkan. Aqiqoh tidaklah gugur walau hari ke tujuh telah berlalu.

PEMBAGIAN DAGING AQIQOH
Dari riwayat Abu Musa, bahwa Ibn abbas bercerita cara Rosululloh SAW membagi aqiqoh
"Dan Rosulullah SAW memberikan sepertiga pada ahlul baitnya, sepertiga kepada fakir dan tetangga, kemudian menyedekahkan sepertiga kepada peminta-minta"
(Al Mughni 7:384)
Diriwayatkan dari Ibn Mas'ud, bahwa Abu Said Al Kudry berkata :
"Apabila kamu menyembelih aqiqoh, hadiahkan, makanlah dan sedekahkan"
(Al Muhalla 7:384)
Kecuali Nadzar, Aqiqah karena Nadzar peng-aqiqoh tidak boleh makan.

Untuk Dalil Aqiqoh lengkap silahkan: KLIK SAJA DI SINI
Artikel TERKAIT Pengertian Aqiqoh Sesuai Dalil
author-photo MARKAZaqiqah

Komitmen Kami adalah Menampilkan layanan yang terjangkau namun tidak meninggalkan ciri khas "Pengusaha Profesional" yakni: Hemat, Berkualitas dan Tepat Waktu pengiriman.

Share This Article: +
×
« Next
Prev Post
Prev »
Next Post

Poskan Komentar

Segala bentuk Masukan, Saran dan Kritik dari anda senantiasa kami harapkan
KAMI selalu menunggu komentar dari Anda
01. Silahkan bertanya sesuai dengan artikel yang telah anda baca diatas.
02. Alasan komentar anda tidak dijawab, karena diluar kemampuan Admin.
Top